Jumat, 02 Januari 2015

I'M A KILLER



I’M A KILLER

Jujur saja ini adalah cerita fakta, bukan cerita karangan atau mungkin novel apalagi cerpen, hehe...
Sebenarnya sempet bingung, (loh koq? Kenapa bingung?) iya bingung, saya bingung kenapa saya jadi bingung, oooohhhwwww,,,, hahahaha, oke tanpa memperpanjang waktu lagi (hellooooww... perpanjang waktu? Jadi berapa? 25 jam sehari gitu? Hahaha) yah gak lah, ini benar kisahku, kisah yang aku sendiri takut menceritakannya, aku takut, jika menceritakan kisahku ini, kalian akan menjauhi ku (hei! Memangnya ada yang mendekatimu, sehingga harus ada yang menjauhimu, hhhmmm cckkckckck,,,) well to the well bukan to the hell yah, gue sih ogah dweh,, hehe,, (woi! Kapan mau ceritanya?????)).... okeh, this is my story, real real real story, saking realnya si real estate aja kalah,, (loh? ^_^).  Serius nih, gue mau cerita, malah diajak ngobrol,,(lah? Yang ngajak ngobrol siapaaaaa???),, hhhmmm, karena gue orang islam yang mengajarkan untuk selalu mengucapkan bismillahirrahmanirrahim setiap kali melakukan sesuatu, maka dari itu saya akan membuka cerita ini dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, assalamu’alaikum,wr,wb tu atuuuuu... (mulai gila ni anak!)
Kenapa judul nya i’m a killer, yang artinya saya ngiler karena lapar,,, (wew??) enggak dink becanda pan, (bahasa planet nya keluar kan noh), i’m a killer artinya “SAYA SEORANG PEMBUNUH”, hayooooo, udah mulai ngeri kan lo sama gue, baru tau kan lo gue siapa???? (emangnya siapa??) hhhmm, pasti lo gak nyangka cewek baik dan cantik kayak gue bisa jadi seorang pembunuh, lo aja gak nyangka apalagi gue, please, sakitnya tuh di sini tau gak,,,,, huft berat sungguh berat sebenarnya untuk cerita sama kalian, kalian pasti bertanya kenapa ini bisa terjadi? Gue juga bingung, please, sakitnya tuh di sini gitu. Entah sejak kapan aku (aku? Biasanya gue? #ups) iya “gue” maksudnya,,, bawel banget sih lo, (emang siapa yang bawel? Lo sebenernya ngomong sama siappppa????). entah sejak kapan gue menjadi seperti itu, mungkin menjadi seperti itu adalah ketika waktu sejak saat melihat, see, look, memandang,(duh, apalagi sih ni??? Lo mo cerita apa lagi belajar sinonim siihh?), ibuku ketakukan ketika melihat komplotan itu datang, entah mereka datang darimana? Awalnya aku hanya diam saja, karena tak mungkin mereka akan menyakiti ibuku, yaaaaa,,,, mereka tak kan berani untuk menyakiti ibuku, ibuku adalah orang yang berani, meski dalam keberaniannya terliput rasa takut namun karena aku sebagai anak gak tega liat ibuku menderita ketakutan kayak gitu, apalagi setiap hari, yaaa setiap hari,,,sampai akhirnya membunuh menjadi sebuah rutinitasku dan ini akibta dari penglihatanku yang pernah liat ibuku membunuh salah satu komplotan itu karena saking ketakutannya (saking? Bahasa apa yah??? ), lo pasti kaget dengernya, karena gue sendiri juga kaget, apalagi melihat bagaimana pembunuhan itu berlangsung, ingin rasanya aku menghentikannya, tapiiii aku tak kuasa, karena dia ibuku, aku bahkan tak boleh membantah perkataan seorang ibu, karena aku adalah anak baik, iya kan? Hehe,,,
Tapi apakah kamu tau? Ibuku, yah ibuku, ibuku, dia itu, dia (mulai lagi deh lo, yah ibu lo, masa ibu gue? Kenapa ibu lo? Huh!!!?) ternyata, dia tak hanya membunuh satu tapi dua bahkan lebih jika dihitungnya hari berlangsung, mengerikan bukan? Iiiuuuueeehhh takut, merinding deh bulu kuduk,
Hal yang mengerikan ternyata tidak sampai disitu saja, ternyata ayahku,,,, ayahku,,,, ayahku (iya ayah lo? Siapa lagi? Ayah gue? Ayah dia? Siapa??hhhmmm) ayahku, ternyata dia followers, ternyata dia juga terkadang ikut andil dalam pembunuhan ini. (appppaaaaa? Koq bisa?) jangan tanya gue, please, sakitnya tuh di sini tau?, hiks,, bentar yah gue butuh sendiri dulu, meratapi kekagetan ini dengan tangisan, shick abis gue, shock be ge te tauuuu... (aduuhh sabar yah temand,, ?????)








 yah aku sempat melihatnya, kadang ayahku membunuhnya dengan pisau, atau menendangnya, atau mengasingkannya, kau tahu betapa terkejutnya aku mengetahui hal itu, ayah yang ku puja, karena kearifannya ternyata berbuat seperti itu, huft,,, aku harus bagaimana? Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa yang dilakukan komplotan itu hingga ibuku takut pada mereka? Kenapa ibuku tega membunuh mereka? Aku tak mengerti, sungguh sungguh tak bisa mengerti, kenapa? Kenapa? Dan kenapa? Saking seringnya berpikir kenapa? Aku jadi tak tahu sejak kapan aku mengikuti jejak ibu dan ayahku, karena sering melihat apa yang mereka perbuat, AKUPUN MENJADI SEORANG PEMBUNUH komplotan itu, kaget yah lo?? Kaget kan? Sama gue juga kaget tau,, awalnya aku hanya di suruh oleh ibuku, karena kamu sendiri tau kan? Gak baik ngebantah permintaan sang ibu, tapi ketika awal itu, aku tak sanggup melakukan suatu pembunuhan, lagian dia tak bersama komplotannya saat itu, jadi kuputuskan untuk mengasingkannya saja, tapi aku tak menyangka bahwa hukum bahasa indonesia itu berlaku, ketika ada yang namanya “sekali” maka akan ada yang namanya kedua kali, ketiga, keempat dan kali seterusnya ngelebihin sungai terpanjang di dunia mungkin, atau sebanyak lapisan wafer yang gak cukup sekali lapis,,,yah begitu juga dengan pembunuhan ini, bisa dibilang ini adalah pembunuhan berantai, dan siapakah pelakunya??? Yah pelakunya itu adalah wanita cantik ini, yang lagi cerita ini nih, ahaha,, ;)
Harus ku akui pertama kali membunuh itu atas perintah dari ibuku, tapi lambat laun pembunuhan itu dilakukan karena komplotan itu menjadi benar-benar menakutkan buatku, apalagi ketika aku sedang melakukan tugas wajibku, berasa diintai oleh komplotan itu, setiap hari aku merasa was-was apalagi ketika musim hujan datang, aku tidak tahu darimana mereka datang, tapi mereka tiba-tiba saja menyerangku, oleh karena aku adalah manusia yang memiliki insting hewani, yakni daripada diserang lebih baik menyerang duluan, bukankah begitu??? Atau kau akan melakukan apa saja ketika dirimu berada dalam situasi berbahaya, atau dalam istilah resminya, (istilah resmi? Maksud lo?) mempertahankan diri atau membela diri,,,. Pasti kamu bertanya bagaimana pembunuhan itu terjadi? Siapakah komplotan itu? (daritadi baca, baru nanya? Oh my good? Lo kemana ajjjaaaa????) tak banyak alat yang kugunakan, terkadang menggunakan air mendidih, atau menggunakan zat kimia, atau jika aku sedang tak ingin membunuhnya aku membiarkan mereka hidup dengan cara mengasingkannya, tapi mengasingkannya ke daerah yang mengalami kekeringan dalam jangka waktu yang lama. (wew, kalo gitu sih sama aja dengan ngebunuh, tapi secara perlahan....) mungkin memang benar komentarmu kali ini, tapi setidaknya dengan hanya mengasingkannya, aku tak mendahului takdir, bukankah begitu?,, dan apakah kamu tahu? Membunuh dengan zat kimia teryata lebih ampuh dibanding menggunakan alat lain, dan apakah kamu tahu siapakah komplotan yang tega kami bunuh, hayoooo tebbbaaaakkkkkkk,,,, apa hayoooooo,,, hahaha,,, sekian dan terima kasih, sudah membaca cerita panjang yang gak jelas juntrungannya kemana??? ^_^v