I’M
A KILLER
Jujur saja ini adalah cerita fakta, bukan cerita karangan
atau mungkin novel apalagi cerpen, hehe...
Sebenarnya sempet bingung, (loh koq? Kenapa bingung?) iya
bingung, saya bingung kenapa saya jadi bingung, oooohhhwwww,,,, hahahaha, oke tanpa
memperpanjang waktu lagi (hellooooww... perpanjang waktu? Jadi berapa? 25 jam
sehari gitu? Hahaha) yah gak lah, ini benar kisahku, kisah yang aku sendiri
takut menceritakannya, aku takut, jika menceritakan kisahku ini, kalian akan
menjauhi ku (hei! Memangnya ada yang mendekatimu, sehingga harus ada yang
menjauhimu, hhhmmm cckkckckck,,,) well to the well bukan to the hell yah, gue
sih ogah dweh,, hehe,, (woi! Kapan mau ceritanya?????)).... okeh, this is my
story, real real real story, saking realnya si real estate aja kalah,, (loh?
^_^). Serius nih, gue mau cerita, malah
diajak ngobrol,,(lah? Yang ngajak ngobrol siapaaaaa???),, hhhmmm, karena gue
orang islam yang mengajarkan untuk selalu mengucapkan bismillahirrahmanirrahim
setiap kali melakukan sesuatu, maka dari itu saya akan membuka cerita ini
dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, assalamu’alaikum,wr,wb tu
atuuuuu... (mulai gila ni anak!)
Kenapa judul nya i’m a killer, yang artinya saya ngiler
karena lapar,,, (wew??) enggak dink becanda pan, (bahasa planet nya keluar kan
noh), i’m a killer artinya “SAYA SEORANG PEMBUNUH”, hayooooo, udah mulai ngeri
kan lo sama gue, baru tau kan lo gue siapa???? (emangnya siapa??) hhhmm, pasti
lo gak nyangka cewek baik dan cantik kayak gue bisa jadi seorang pembunuh, lo
aja gak nyangka apalagi gue, please, sakitnya tuh di sini tau gak,,,,, huft
berat sungguh berat sebenarnya untuk cerita sama kalian, kalian pasti bertanya
kenapa ini bisa terjadi? Gue juga bingung, please, sakitnya tuh di sini gitu.
Entah sejak kapan aku (aku? Biasanya gue? #ups) iya “gue” maksudnya,,, bawel
banget sih lo, (emang siapa yang bawel? Lo sebenernya ngomong sama
siappppa????). entah sejak kapan gue menjadi seperti itu, mungkin menjadi
seperti itu adalah ketika waktu sejak saat melihat, see, look, memandang,(duh,
apalagi sih ni??? Lo mo cerita apa lagi belajar sinonim siihh?), ibuku
ketakukan ketika melihat komplotan itu datang, entah mereka datang darimana?
Awalnya aku hanya diam saja, karena tak mungkin mereka akan menyakiti ibuku, yaaaaa,,,,
mereka tak kan berani untuk menyakiti ibuku, ibuku adalah orang yang berani,
meski dalam keberaniannya terliput rasa takut namun karena aku sebagai anak gak
tega liat ibuku menderita ketakutan kayak gitu, apalagi setiap hari, yaaa
setiap hari,,,sampai akhirnya membunuh menjadi sebuah rutinitasku dan ini
akibta dari penglihatanku yang pernah liat ibuku membunuh salah satu komplotan
itu karena saking ketakutannya (saking? Bahasa apa yah??? ), lo pasti kaget
dengernya, karena gue sendiri juga kaget, apalagi melihat bagaimana pembunuhan
itu berlangsung, ingin rasanya aku menghentikannya, tapiiii aku tak kuasa,
karena dia ibuku, aku bahkan tak boleh membantah perkataan seorang ibu, karena
aku adalah anak baik, iya kan? Hehe,,,
Tapi apakah kamu tau? Ibuku, yah ibuku, ibuku, dia itu, dia
(mulai lagi deh lo, yah ibu lo, masa ibu gue? Kenapa ibu lo? Huh!!!?) ternyata,
dia tak hanya membunuh satu tapi dua bahkan lebih jika dihitungnya hari
berlangsung, mengerikan bukan? Iiiuuuueeehhh takut, merinding deh bulu kuduk,
Hal yang mengerikan ternyata tidak sampai disitu saja,
ternyata ayahku,,,, ayahku,,,, ayahku (iya ayah lo? Siapa lagi? Ayah gue? Ayah
dia? Siapa??hhhmmm) ayahku, ternyata dia followers, ternyata dia juga terkadang
ikut andil dalam pembunuhan ini. (appppaaaaa? Koq bisa?) jangan tanya gue,
please, sakitnya tuh di sini tau?, hiks,, bentar yah gue butuh sendiri dulu,
meratapi kekagetan ini dengan tangisan, shick abis gue, shock be ge te
tauuuu... (aduuhh sabar yah temand,, ?????)
yah aku sempat
melihatnya, kadang ayahku membunuhnya dengan pisau, atau menendangnya, atau
mengasingkannya, kau tahu betapa terkejutnya aku mengetahui hal itu, ayah yang
ku puja, karena kearifannya ternyata berbuat seperti itu, huft,,, aku harus
bagaimana? Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa yang dilakukan komplotan itu
hingga ibuku takut pada mereka? Kenapa ibuku tega membunuh mereka? Aku tak
mengerti, sungguh sungguh tak bisa mengerti, kenapa? Kenapa? Dan kenapa? Saking
seringnya berpikir kenapa? Aku jadi tak tahu sejak kapan aku mengikuti jejak
ibu dan ayahku, karena sering melihat apa yang mereka perbuat, AKUPUN MENJADI
SEORANG PEMBUNUH komplotan itu, kaget yah lo?? Kaget kan? Sama gue juga kaget
tau,, awalnya aku hanya di suruh oleh ibuku, karena kamu sendiri tau kan? Gak
baik ngebantah permintaan sang ibu, tapi ketika awal itu, aku tak sanggup
melakukan suatu pembunuhan, lagian dia tak bersama komplotannya saat itu, jadi
kuputuskan untuk mengasingkannya saja, tapi aku tak menyangka bahwa hukum
bahasa indonesia itu berlaku, ketika ada yang namanya “sekali” maka akan ada
yang namanya kedua kali, ketiga, keempat dan kali seterusnya ngelebihin sungai
terpanjang di dunia mungkin, atau sebanyak lapisan wafer yang gak cukup sekali
lapis,,,yah begitu juga dengan pembunuhan ini, bisa dibilang ini adalah
pembunuhan berantai, dan siapakah pelakunya??? Yah pelakunya itu adalah wanita
cantik ini, yang lagi cerita ini nih, ahaha,, ;)
Harus ku akui pertama kali membunuh itu atas perintah dari
ibuku, tapi lambat laun pembunuhan itu dilakukan karena komplotan itu menjadi
benar-benar menakutkan buatku, apalagi ketika aku sedang melakukan tugas
wajibku, berasa diintai oleh komplotan itu, setiap hari aku merasa was-was
apalagi ketika musim hujan datang, aku tidak tahu darimana mereka datang, tapi
mereka tiba-tiba saja menyerangku, oleh karena aku adalah manusia yang memiliki
insting hewani, yakni daripada diserang lebih baik menyerang duluan, bukankah
begitu??? Atau kau akan melakukan apa saja ketika dirimu berada dalam situasi
berbahaya, atau dalam istilah resminya, (istilah resmi? Maksud lo?)
mempertahankan diri atau membela diri,,,. Pasti kamu bertanya bagaimana
pembunuhan itu terjadi? Siapakah komplotan itu? (daritadi baca, baru nanya? Oh
my good? Lo kemana ajjjaaaa????) tak banyak alat yang kugunakan, terkadang
menggunakan air mendidih, atau menggunakan zat kimia, atau jika aku sedang tak
ingin membunuhnya aku membiarkan mereka hidup dengan cara mengasingkannya, tapi
mengasingkannya ke daerah yang mengalami kekeringan dalam jangka waktu yang
lama. (wew, kalo gitu sih sama aja dengan ngebunuh, tapi secara perlahan....)
mungkin memang benar komentarmu kali ini, tapi setidaknya dengan hanya
mengasingkannya, aku tak mendahului takdir, bukankah begitu?,, dan apakah kamu
tahu? Membunuh dengan zat kimia teryata lebih ampuh dibanding menggunakan alat
lain, dan apakah kamu tahu siapakah komplotan yang tega kami bunuh, hayoooo
tebbbaaaakkkkkkk,,,, apa hayoooooo,,, hahaha,,, sekian dan terima kasih, sudah
membaca cerita panjang yang gak jelas juntrungannya kemana??? ^_^v