Rabu, 22 Juli 2015

THIS is My JoURnEy: ini yang pertama, kenapa judulnya ini? karena ini...

THIS is My JoURnEy: ini yang pertama,

kenapa judulnya ini? karena ini...
: ini yang pertama, kenapa judulnya ini? karena ini yang pertama...... meskipun sebenarnya bukan, hehehe.... dulu pernah punya seperti ini,...

CINTA ITU APA? (this my novel)


(PART 1)
Mmmmm,,, bingung mau mulai dari mana yah ceritanya,,, karena ini awal, kita mulai dengan perkenalan ajah yah,,,
OK,
Kenalin nama gue Triasty ardina natanegara, saat ini usia gue beranjak 18 tahun, bentar lagi mau lulus, horeeeee,,, akhirnya bentar lagi bisa keluar dari penjara (maksudnya sekolah) hahaha,,,
Sesuai nama gue yang diawali “Tri”, lo bisa nebak donk, gue anak keberapa??? (Yup, exactly, good job guys) ala-ala artis siapa itu saya lupa,,, no problem kita skip ajah yah, lanjut, sampai di nama gue kan yah? ...............

5 jam kemudian,,,,
Oh iya, gue baru inget, cerita yang mau gue ceritain itu sampai.... Kenapa nama depan gue “Tri”? itu karena gue anak ke-3 dari tiga bersaudara, sedangkan nama ardina di ambil dari nama ibu gue dan nama natanegara diambil dari siapa? Lo bisa tebak sendiri kan? Hehe,,, karena gue anak ke 3 berarti gue punya 2 kakak, tapiiiiiiiii.... kenyataannya sekarang??? Hhhhmmm,,,, gue cuma punya diri gue sendiri, please jangan tanya kenapa gue bisa cuma sendiri,,,(kenapa? Koq bisa?????) udah gue bilang jangan tanya kenapa, nekat banget sih lo!!!!!!! Gue,,, gue ,,,,, gue,,,, gue juga gak tau kenapa gue Cuma punya diri gue sendiri? Lo pasti penasaran kenapa gue bisa sendiri? Ini nih ceritanya..... chek this out!!!


10 tahun yang lalu.......
“Triiiiiiii,,,, triasty”, panggil ibuku, aku pun datang menghampirinya, dan memberikan senyum mungil ku  (dulu iya mungil, sekarang??? Jangan tanya,, hehe)
“sudah siap???” tanya ibuku, aku hanya mengangguk dengan penuh semangat, “Sebelum pergi kita berdo’a dulu yah tri, semoga jualan kue hari ini lancaarrrrrr, dan laku semua yah,,,” ucap ibuku “aaamiiiiiiiiinnnnn,,,,,” kataku, masih dengan penuh semangat,,,
WELL to the well, zaman gue kecil doeloe khalaaa itu, ibu gue Cuma penjual kue keliling, ayah gue Cuma pekerja swasta, sedangkan kakak – kakak  gue masih anak SMA, karena kami masih sekolah, Ayah sering kali lembur, agar dapat uang lembur, sehingga kami bisa sekolah dan hidup berkecukupan, meskipun hidup pas-pasan tapi kami bisa hidup bahagia, kenapa? Karena kami keluarga yang saling mencintai  dan menyayangi satu sama lain,,, ^_^
“kue..... kue......., pisang goreng” teriak ibu dengan lantangnya, saat itu kami berjualan di komplek puri yang WOW rumahnya gedongan semuaaaa,,, ajiiiibbbbb,,,, hhhmmm,,, walaupun dulu, gue itu masih kecil tetapi kadang suka kepikiran kira-kira kapan yah ? bisa menempati rumah seperti itu.  aku dan ibuku sering sekali berjualan di komplek puri, alhamdulillah banyak yang beli juga, bahkan pada hari ini, mungkin emang rezeki gue kali nya, ketika hari mulai sore, ada pelanggan yang memberikan beberapa bungkus coklat ke gue,,, wahhh asyiiikkkk,,, seperti ini hari ulang tahunku saja,, haha,,
Hari mulai semakin gelap, dan komplek lumayan sudah agak sepi, di dalam kesepian komplek itu, kamu tahu apa yang gue lihat???? (apa? Ada hantu yah??) hantu? Yah bukanlah, gue ngeliat sesosok anak kecil mengenakan kemeja dan terlihat rapih sekali,,,, (wuiiiihhh,,, kerennn donk masih kecil udah pakai kemeja?) isssshhh,,, kalau warna kemejanya bukan hitam, mungkin gue gak bakal simpati pada anak kecil itu, tapiiiiii,,, anak itu entah kenapa dia duduk di depan gerbang rumahnya dengan menyingkapkan kedua kakinya hingga menempel  ke tubuhnya, dia duduk meringkuk dan menunduk, ketika kami melewatinya, dia tak sedikitpun bergerak, karena saking (what ??? saking? Apaaan tuh?) penasarannya gue menyapa anak kecil itu, “hei kamu” sapaku dengan pelan dan sedikit menoel bahunya, dia pun akhirnya menengadahkan wajahnya dan melihat ke arahku, uwaaaaaaaaaaa,,,, ganteng banget sumpaaaahhhh,,,,, hahahaha,,, (hellooooowww, gak inget yah lu tuh masih anak kecciiilll???!!!!), tapi,,,,ketika dia menengadahkan kepalanya, ekspresinya membuyarkan (membuyarkan? Bahasa apa lagi ituuuuu??)  kegantengannya, ada sedikit air di sudut matanya, “apakah dia sedang menangis?? Apakah aku harus bertanya kenapa dia menangis” pikirku,
“triiiiiii,,,, triasty, ayo pulang nak, nanti keburu malam” ajak ibuku membuyarkan apa yang ada dipikiranku, “iya bu,,,,,”teriakku dan aku pun menghampiri ibuku dan meninggalkan anak kecil itu, tapi meskipun aku meninggalkan anak kecil itu, aku tetap memikirkannya “hhhhmmm,,, ibu, sebentar yah, tunggu di sini dulu yah,,” pintaku “tunggu di sini? Memangnya kamu mau ke mana lagi? Sudah mau malam loh ini...” tanya ibuku “sebentar aja bu,,, yah yah yah” ucapku sambil perlahan-lahan berjalan mundur kemudian memalingkan badan dan berlari kecil, lo pasti tau kan gue mau ke mana??? (iya gue tau,,,,,) yup, saat itu aku kembali lagi ke tempat anak kecil itu berada, dan dia masih dengan posisi yang sama “heiiiii,,, kamu,,, “ sapaku “ini, buat kamu” kataku sambil memberikan coklat yang kuterima dari pelanggan kue, tapi dia hanya diam saja tanpa berkata apapun, kemudian aku meraih tangannya dan meletakkan coklat di tangan kecil  yang mungil semungil tanganku “jangan nangis lagi yaaaaahhhhhh......” ucapku dengan berjalan mundur dan tersenyum padanya kemudian lagi-lagi aku melakukan hal sama seperti apa yang kulakukan pada ibuku.
Hanya beberapa menit berlari, aku sudah kembali bersama ibuku, dan kami pun pulang sambil menyanyikan sebuah lagu ciptaan kami sendiri,,, ha ha ha... indahnya jika ku mengenang masa itu,

After 5 years.......
Gak kerasa tahun ini gue masuk di bangku SMP, dan kakak-kakak gue sudah melanjutkan ke jenjang universitas, pasti lo pada penasaran kan kenapa orang tua gue bisa nyekolahin kakak-kakak gue sampai jenjang universitas yang yaaaahhh lo tau kan biaya univ itu agak sedikit muaahhhaaalll,,, tapi dengan kepintaran kakak-kakakku mereka bisa mendapatkan beasiswa, jadi gak terlalu ngebebanin orang tua, dan yang WOW nya lagi, bokap diangkat menjadi manager di perusahaannya, (wuuiiiihhhh mantaaaaaapppppp yah ) iya begitulah, bokap emang pegawai yang rajin kala itu, jadi wajar lah kalau diangkat jabatannya,,, dan yang lebih gue syukuriiiiinnn,,,, akhirnya impian gue terkabuuuuuuulllll,,, lo masih inget impian gue apaaaa??? (gak, gue udah lupa, abis cerita lo basi deh garing, bosen gue dengernya, hahahahaha), okeh terserah sih lo mau lanjut denger cerita gue or no, tapi yang jelas, akhirnya impian gue buat tinggal di komplek puri terkabuuuullllll..... berkat bokap yang diangkat jadi manager dengan penghasilannya, kami cukup bisa untuk menempati salah satu rumah di tempat itu,, yah walaupun secara krediiittt,,, hehehe.
Ternyata punya rumah besar itu enak yah, berasa jadi princess gue,,, oh iya gak Cuma bokap yang mengalami peningkatan jabatan, nyokap juga mulai merintis usaha kuenya dengan membangun sebuah toko kecil,,,

Minggu, 06:30 di 11 januari 2010
Pagi yang cerah menggoda diriku untuk berolah raga, meskipun biasanya aku malas berolahraga, tapi, entah kenapa pagi ini gue ngebet banget mau lari pagi, dan sayangnya gue lari pagi Cuma sendiri, gak ada temen, pasti lo pada nanya kemana kakak-kakak gue, ya kan? (enggak, gue gak nanya, gak penasaran koq, pede banget sih lo? Eeuuuuyyuuuw...!!!!) hahaha, 2 kakak gue kan pada kuliah di luar kota, jadi mereka gak tinggal di rumah, kadang kalau libur kuliah, baru mereka pada pulang, jadi meskipun gue tinggal di rumah yang besar, rasanya tidak sesenang apa yang gue impikan dulu,,,,
Okeh kita mulai lari paginya, sebelum lari pagi, pemanasan dulu donk pastinya, “1 2 1 2 1 2 1 2 1 2” ucapku yang sedang melakukan pemanasan, saat sedang asyik-asyiknya melakukan pemanasan olah raga, mata gue menangkap sebuah sosok, yah sebuah sosok...(sosok apa lagi ini? Hantu? Masa iya hantu ikkutan olah raga juga?) hahahaha,,, bukan lah, sosok ini bikin mata gue gak kedip-kedip sakinnnnggggg gantengnya sumpaah ganteng banget, mirip artis loowwwhh,,,(mulai deh lebaynya... hhhmmm)
Hhhhmmm, roman-romannya dia juga mau lari pagi nih, kecengin aaaahhhh,,,, (hadeuuh masih pagi neng, gak nyadar situ masih anak kecil????!!!), pas dia mulai lari, gue juga ikutan lari, awalnya sih gue di belakangnya, tapiii gue percepat lari gue sampai akhirnya gue bisa lari berdampingan dengan dia, setelah sekian menit gue lari di samping dia, akhirrrrrnnyyyyaaa moment itu datang,,,, (mulai lebbaaayyy kaaannnn....) tarrrraaaaa,,, tiba-tiba dia menoleh ke arah gue,, ngeliat gue,,, OMG dia senyum ke gueeee,,,,” please jangan bikin gue pingsan” ucapku dalam hati, “anak baru yah?” tanya nya, subhanallah, gak Cuma wajahnya tapi suaranya juga ganteeng abissss... (HAH? Suara? Mana ada yang ganteng sihhh? Mulai aneh nih anak) “iya” jawabku malu-malu “ koq kamu tau?” tanyaku penasaran, dia hanya tersenyum “tinggal di blok apa?” tanyanya lagi. “OMG, dia mulai penasaran”pikirku.. “hhmm, diblok A no 5” jawabku masih dengan malu-malu “kalau kamu, tinggal di blok apa?” tanyaku. (modus nih padahal udah tau dia tetangga lo, wuuuuuuu), sssttt jangan berisik. “diblok A no 4, kita tetanggaan donk” ucapnya dengan tersenyum, “oh,, yaaaaaaaa???” kagetku. (modus modus modus) “eh iya, gue tara, lo?” tanyanya. “gue tri” jawabku masih dan lagi-lagi tersipu, mungkin saat itu pipi gue udah merah kali yah, hahahaha...
Semenjak itulah aku dan tara berteman, ternyata oh ternyata, kami satu sekolah, meskipun berbeda kelas tapi kami senang belajar bersama,,, hehe,,,saat dibangku SMP ini gue nyibukin diri dengan mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, hasilnya gue lebih lama di sekolah daripada di rumah, meskipun kadang merasa lelah karena terlalu banyak kegiatan tapi ini cukup menyenangkan di banding harus berada di rumah besar namun kosong seperti tak berpenghuni, yah semenjak bokap jadi manajer nyokap jadi pengusaha kue, mereka sibuk masing-masing, sebenarnya kadang gue ngerasa jadi anak terlantar, tapi yahhhh mau diapain lagi, mau jadi anak broken home trus begajulan di sekolah, buat apa? Yang ada nanti di marahin dan dijauhin temen lagi, hahaha,,, tapi meskipun kedua orang tua sibuk, mereka masih sempat mengajak gue dan kakak-kakak gue untuk liburaaannn,,,

2 tahun berlalu, lagi-lagi waktu berjalan begitu cepat,
Gue sama tara makin lengket kayak permen, meskipun status gue sama dia itu Cuma sahabat duank,,, hhhhmmmm,,,
“surpriseeeeeeeee” teriak tara yang membuatku kaget,
“appaaan sih lu, bikin kaget gue ajah...” tukasku
“yeeeaaaaa,,, makanya jangan ngelamun, lagian... ngelamunin apaan sih?” tanyanya menggodaku dengan mencubit kedua pipiku,,,
“iiiii,,, apaan sihhh, sakit tauuuu” sentakku. Diapun melepaskan cubitannya dari pipiku.
“wuuuiiihh,,, ni anak bisa marah juga ternyata” godanya dengan mencubit pipiku lagi, “loh kenapa? Koq jadi nangis gitu? Eit jangaan nangis dooonnkkk...” tukasnya dengan gelisah, karena melihatku menangis, iapun melepaskan cubitannya “ma’af deh, sakit yah?” tanyanya dengan lembut. Tapi itu malah membuat tangisanku semakin keras, dan tiba-tiba tara membekap mulutku, “sssttt,,, jangan nangis dwoonkkk,, gue kan Cuma becanda duank, yah yah yah,,, cup cup cup, malu donk udah nak SMA masa masih nangis” omelnya sambil mengusap kedua air mataku, saat itu tangannya terasa begitu hangat dipipiku,
“iisshh, appaaan sih, udah ah, malu tau, tuh banyak yang ngeliatin, ntar dikira kita pacaran lagi” ucapku dengan mengenyahkan tangannya dipipiku.
“loh? emangnya kenapa Kalau dikira pacaran, Secara gue sama lo kan masih sama-sama single” godanya. Mendengar perkataannya aku hanya bisa cemberut meskipun dalam hati senang.
“gue bingung, tar” tuturku dengan pelan
“bingung kenapa? Jangan bilang, gara-gara study tour” tebaknya
Well gue akuin setiap kali gue ada masalah dia selalu tau masalah apa yang gue alami sebelum gue cerita ke dia, begitupun sebaliknya, yah seperti ada kontak batin gitu dweeehhh,, meskipun baru 2 tahun lebih kami berteman, tapi karena selama itu kami selalu bersama-sama, jadi kami tahu kebiasaan dan karakter masing-masing, karena kami sahabat, yah sahabat,,,,,
“ya begitulah, lo tau kan dalam surat edarannya harus ada tanda tangan persetujuan orang tua, gue harus minta tanda tangan ke siapa yah, secara ortu gue makin lama makin jarang di rumah... hufftt,,,, aaaarrrrggghhhh pusinggg gueee” galauku.
“ya elah, kalau cuma tanda tangan duank mah gampang, tinggal ditiru aja kali” ucapnya
“ditiru gimana? Iya aja kalau ada ttd yang asli nya, gue bisa niruin, ini sama sekali gak ada” ucapku. Suasana pun menjadi hening, pikiran kami sepertinya sama-sama sedang buntu....  
“kalau lo ikut gak tar?” tanyaku penasaran, secara gue tau kalau ortunya tuh sedang ada di luar negeri, dan dia cuma tinggal sama pembantunya saja,  nasibnya sama seperti gue, punya orang tua tapi seperti anak terlantar, mungkin karena itulah Tuhan mempertemukan kami, agar kami saling menguatkan dan tidak menjadi anak broken home seperti pada umumnya,
“tergantung, kalo lo ikut, gue juga ikut, tapi kalo lo gak bisa ikut ya udah gue tetap ikut,,, hahahaha”
Candanya,
“ish gak lucu” gerutuku sambil pergi meninggalkan dirinya yang sedang tertawa,
“loh koq pergi,,, triiiiii mau ke mana?” tanyanya sedikit berteriak karena aku sudah melangkah jauh darinya,


Dalam perjalanan pulang ke rumah....
Hari ini tara ada kegiatan diclub basketnya, jadi terpaksa gue mesti pulang naik angkot, sebenarnya tara minta untuk pulang bersama, tapi ogah banget nuguin dia, karena harus naik angkot, gue mesti nyebrang dulu, dan tiba-tiba.......
“awassssssss” teriak seseorang, yang tiba-tiba langsung menarikku.
Deg deg deg deg... jantungku berdegup kencang, entah apa yang sedang terjadi, “siapa dia? Kenapa aku ada di pelukannya? Memangnya apa yang terjadi barusan” pikirku
“lo gak apa-apa kan?” tanyanya sambil melepaskan pelukannya dan sedikit membungkukkan badannya agar tinggi kami setara.
“siapa dia? Apakah dia malaikat? Apa yang terjadi? Apa gue udah mati? Tapi kenapa gue mati?” pikiranku semakin tak terkendali,
“hellloooooo,,, ??? lo gak apa-apa kan??” tanyanya sedikit berteriak, hingga akhinya mengembalikanku pada indraku,
“a eh, iya gak apa-apa, makasih yah” pelanku, masih setengah sadar.
“iya sama-sama, lain kali, kalo lagi nyebrang tuh liat-liat, jangan ngelamun, kasian kan pengendaranya kalau sampai nabrak lo, yang salah siapa yang harus tanggung jawab siapa“ omelnya kemudian pergi begitu aja, pergi begitu aja setelah ngomelin gue??? Hellllooooo ......
Setelah beberapa jam dari kejadian itu, akhirnya gue nyampe rumah, dengan selamat tentunya, hehehe....
Sampai rumah gue berharap kalau nanti malam bokap atau nyokap pulang ke rumah,

Malam tiba....
Alhamdulillah do’a gue terkabul, bokap sama nyokap pulang ke rumah malam ini, gue menyambut kepulangan mereka dan memberikan kedua ortu gue buat istirahat sebelum gue minta izin study tour, gue mesti dapat moment yang tepat buat dapat persetujuan ortu gue, kenapa? Karena terakhir pas gue SMP pergi study tour, gue pulang dengan beberapa luka, yah you know lah, gue gak terlalu mahir kalo menyebrangi jalan alhasil keserempet deh waktu itu.
Setelah beberapa menit berlalu, gue kembali ke kamar  dan mengambil surat edaran yang gue simpan dalam tas, dan saat gue mau minta tanda tangan ortu gue, gue denger suara ribut di ruang tamu, suaranya tak terdengar dengan jelas karena saat itu tiba-tiba hujan deras, gue pun melangkah pelan-pelan menuju ke arah suara yang ribut itu, “sepertinya itu suara kak irna, sejak kapan dia ada di  rumah?” pikirku,
“IRNA! Papa selalu kasih yang kamu mau, papa penuhin semua kebutuhan kuliah kamu, kamu itu anak pintar, tapi KENAPPPPAAAAA??? KENAPPPPPAAA kamu bisa jadi anak berandal dan gak punya harga diri seperti itu? Otak kamu ke mana HAH!” teriak bokap “gugurin anak kamuuuuu” pinta papa.
“what??? Annnak?” kejutku dalam pikiranku.
“tappiii,,, pah, akuuu.... aku gak bisa gugurin anak ini, aku gak mau pah, aku gak mau” tangis kak irna.
“lalu apa yang akan kamu lakukan? HAH? Menikah dengannya? Apa dia mau menikah dengan kamu? HAH? Siapa dia, SIAPPPAAAAA???” teriak bokap semakin menjadi,
“maaahhhhh,,, ma’afin irna maaahhh,,,” mohon kak Irna. Tapi nyokap Cuma bisa diam mengangguk dan menangis memeluk kak irna,
“paahhh....” seru ibuku dengan pelan, “diam kamu mah, ini semua salah kamu mah, andai aja kamu mau perhatikan anak-anak kita, anak kita tidak bakal salah langkah begini, HUH!” ucap bokap gue. “IRNA, kalau kamu tidak mau menggugurkan anak itu, lebih baik kamu keluar dari rumah ini” lanjut bokap gue yang mengusir kakak gue.
“CUKUP PAH, bagaimanapun dia anak kita, tak boleh kau mengusirnya seperti ini” sentak ibuku
Guyysss.... lo tau apa yang ada dipikiranku saat itu, “ah, ternyata hal seperti ini memang ada, gue kira cuma disinetron aja, tapi kenapa ini bisa terjadi pada keluarga gue? Bukankah dulu kami adalah keluarga yang bahagia dan saling menjaga satu sama lain?” . gue,,,, gue cuma diam menatap semua adegan itu,
Tak lama kemudian, kakak gue pergi ke kamarnya diikuti oleh ibuku
“irna, jangan seperti ini, memohonlah pada papamu,,,irna please, mama mohon jangan tinggalkan kami seperti ini, irnaaaaaa.....” pinta mama. Tapi kak Irna tak memperdulikan ibuku dan dia mulai mengepakkan bajunya dengan terburu-buru, dan pergi tergesa-gesa, mama berusaha menahan kak irna tapi... “biarkan dia pergi, mah, biar dia tau bagaimana rasanya hidup dijalanan akibat membangkang sama orang tua” ucap papa sambil menahan ibuku,
Saat melihat kakakku akan pergi, aku berniat untuk menahannya, akupun pergi melewati pintu samping dan menuju teras, aku bahkan tak peduli jika hujan deras itu menerpa tubuhku, yang ada diotakku hanyalah bagaimana caranya agar kak irna tidak pergi “kak Irnaaaaaa....” teriakku mengejarnya, kak irna pun berhenti sesaat untuk melihat diriku sebelum ia membuka pintu mobilnya, setelah kami bertatapan sepersekian menit, kak irna pun menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah, gue.... gue cuma bisa berusaha mengejar mobil kak irna yang melaju dengan cepat.

(to be continued)..... ^_^