blog ini di buat untuk sekedar membagikan kisah hidup, cerita, hingga kalian sebagai pembaca bisa terinsiprasi dan tersenyum ketika membaca cerita cerita yang ada di blog ini, dan insya Allah, karena saya pecinta K-Drama, mungkin saya akan merekomendasikan beberapa K-Drama yang romantis dan juga lucu abis,, hehehe ^_^b
Senin, 12 Juni 2017
THIS is My JoURnEy: Cinta Koq Begitu? (Part 1)
THIS is My JoURnEy: Cinta Koq Begitu? (Part 1): “Nah, ini dia” ucapku setelah menemukan sosok yang aku cari di salah satu media sosial, “Owh... jadi, namanya Bagas Saputra” sambungk...
CINTA KOQ BEGITU? Part 2
Mmmm...coba kita lihat ada berita terbaru apa hari ini?”
ucapku penuh rasa ingin tahu, aku melihat beberapa berita yang terpampang dalam
facebook ku, dan mengecek forum pertemanan, ternyata ada beberapa orang yang
meminta berteman denganku di facebook, dan akupun menerima semua permintaan
itu, yah... meskipun tidak begitu mengenal siapa mereka, tapi setidaknya kami
memiliki teman yang sama dalam dunia facebook. Tapi sepertinya hari ini tak ada
yang spesial.
Seminggu berlalu, setelah lelah menjalani aktivitas
sehari-hari, saatnya bersantai ria di dunia facebook. Tak disangka, tenyata ada
beberapa pesan yang masuk, dan rata-rata wanita, mereka mengucapkan say hai,
dan ada satu akun yang membuatku tertarik, akun dengan foto yang lumayan seram,
menurutku tumben sekali ada cewek yang memasang poto profil seram, biasanya kan
yang sok cute, sok manis atau poto yang paling cantik menurut versi mereka,
karena rasa ingin tahu, akupun menyelidiki pemilik akun tersebut, dan mencari
fotonya, hanya ada beberapa foto yang terlihat dan itu pun foto bersama, pesan pertama
yang dia kirimkan padaku itu “Hai kak Bagas, salam kenal yah” akupun membalas “iya, salam kenal juga yah,
hehe” .
Aku pikir, dia hanya basa basi padaku seperti wanita
lainnya, tak kusangka, obrolan di pesan facebook itu berlanjut setelah hampir 1
bulan lamanya, ternyata dia adalah adik tingkatku, namanya Fatma, jujur saja
ada sedikit rasa penasaran dan ingin bertemu dengannya tapi aku takut, jadi aku
mengabaikannya, sampai akhirnya dia ingin meminjam buku paket dariku, dan kami
memutuskan untuk bertemu, dia meminta nomor teleponku.
Hari pertemuan tiba, saat ini aku merasa gugup, apa yang
harus aku katakan kepadanya, apakah aku harus berkata “hai” atau “apa
kabar?” atau “senang berjumpa denganmu” atau... ah banyak sekali
perkataan-perkataan yang terlintas di kepalaku. Tapi ya sudahlah, aku tak mau
memikirkannya, syukur-syukur kalau tidak jadi bertemu, abis bingung mau ngapain
nanti kalau ketemu. Setelah sholat dzuhur, aku mulai bergegas kembali ke kampus
karena kelas akan segera di mulai dan aku tak ingin terlambat, untuk kembali ke
kampus aku harus melewati kantin jurusan, karena itu adalah jalan alternatif
agar cepat sampai kelas, dan seharusnya sih, kantin ini adalah tempat janjian
kami, meskipun terburu-buru, aku sempatkan untuk melihat sekeliling, siapa tau
dia menungguku di sini, tapi tak ada satupun yang melihat ke arahku, sampai
akhirnya, “Kak Bagas...” seseorang menoel bahuku dari belakang ketika aku sudah
melalui kantin itu, aku pun menoleh dan melihat sesosok wanita tinggi kurus dan terlihat cantik yang
membuatku sedikit canggung.
“
Kak Bagas kan? Dipanggilin dari tadi, gak nyahut-nyahut” kesalnya.
Melihat
perilakunya membuatku ingin tertawa namun aku harus jaga image karena ini
pertemuan pertama kami “mmassa sih?... Ma’af gak kedengaran, abis, lagi
buru-bur u sih, mau masuk kelas“
Ucapku.
“Ohw,
tapi bukunya dibawa kan?” tanyanya.
“mmmm...dibawa
gak yah?” godaku sambil mengecek ke dalam tas, padahal sebenarnya aku juga
sudah mempersiapkannya “wah,,, kayaknyaaa, mmm.. oh ini, dibawa ternyata”
ujarku setelah lama mengorek-ngorek tas dan mencari buku yang dimaksud,
kemudian akupun menyerahkan buku itu padanya,
“eh iya, ma’af yah, gak bisa ngobrol lama, mau ada kelas bentar lagi”
singkatku agak sedikit canggung.
“iya”
jawabnya mengangguk dan tersenyum.
Akupun
pergi meninggalkan dia dan menuju kelas bersama temanku, selama perjalanan menuju kelas.
“cieeee,,,
siapa tuh? Mangsa baru yah? Cantiq” goda temanku.
“bukan
siapa-siapa” jelasku sambil tersenyum.
Setelah hari pertemuan, Fatma sering sekali mengirimkanku
sms, meskipun aku tak selalu membalasnya karena aku bingung harus membalas apa,
jadi aku mengabaikannya. Tapi ternyata Fatma begitu gigih mendekatiku dan jujur
saja, dia wanita yang pertama berperilaku seperti ini padaku, buatku dia terlalu
agresif. Lagi pula, untuk saat ini ada wanita yang aku sukai dari pertama kali
aku mengenalnya, namanya Rika dan kami sangat akrab sekali seperti kakak adik,
sayangnya dia sudah memiliki tunangan, jadi aku memendam rasa itu sampai
sekarang.
Hari demi hari telah berganti, Fatma sering mengajakku
untuk bertemu tapi waktu tak pernah berpihak pada kami untuk melakukan
pertemuan itu, pernah suatu hari dia mengajakku untuk bertemu di masjid dekat
kampus, aku sudah berada di sana, tapi dia belum datang, aku bertanya apakah
jadi bertemu, dia menjawab iya, tapi tak lama kemudian aku mendapat telepon
dari rumah untuk segera pulang dan akupun membatalkan pertemuan itu, karena
kami tak pernah memiliki waktu untuk bertemu, dia hanya mengirimkan sms-sms
yang membuatku bingung, karena isinya bukan menanyakan aku sedang apa atau di
mana, kadang dia mengrimkan lirik lagu, kadang hanya menyapa “Bagas jelek”
atau terkadang dia menceritakan tentang harinya, kesedihannya, rasa bete dan
kesalnya, sehingga aku tak tahu bagaimana membalas sms-sms itu, tapi setidaknya
dengan adanya dia, hidupku tak terasa sepi, karena hpku selalu berdering
berkatnya, namun dia tak pernah
sekalipun menelpon padaku, padahal sebenarnya aku sangat ingin mengobrol
dengannya meskipun dia bukan orang yang aku sukai tapi berteman dengannya
mungkin akan mengasyikkan, pernah dia menelepon dan aku mengangkat telepon itu
tapi dia tak pernah mau berbicara, dia hanya diam mendengarku berbicara, setelah
itu dia menutupnya. Ingin rasanya aku menelpon kembali tapi aku tak punya pulsa
dan aku juga bingung akan berkata apa nantinya.
Sudah beberapa bulan kami berteman meskipun tak pernah
bertemu dan hanya via sms saja, itu cukup menyenangkan bagiku, tapi aneh
rasanya, entah kenapa ketika kami berpapasan dia tak pernah menyapaku, dia tak
pernah melihat ke arahku, sebenarnya aku ingin menyapanya tapi aku malu, aku
takut nantinya dia akan mengabaikanku. Oleh karena itu, ketika kami bertemu
kami seolah-olah tak saling kenal, anehnya lagi dia pernah membahas hal itu via
sms, dia mengatakan “ma’af tak pernah bisa menyapamu karena malu, dan ma’af
kalau sikapku berbeda 180 derajat antara dia di dunia maya dengan dia di dunia
nyata” , menurutku dia itu unik.
Tapi, meskipun dia itu unik, aku belum menyukainya, malahan
aku semakin dekat dengan wanita yang aku sukai dan aku menyukai pemendaman rasa
ini untuknya, kemana-mana kami selalu berdua sehingga Rika mengetahui tentang
Fatma tanpa sengaja, dia bertanya tentang siapa itu Fatma? akupun
menceritakannya. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu, aku malah ingin Rika
mengenal Fatma, aku ingin mengetahui bagaimana reaksi Rika ketika sudah
mengenal Fatma, dan kebetulan hari ini aku ada janji bertemu dengan Fatma,
namun karena kondisiku yang masih sibuk aku meminta Fatma untuk menunggu tapi
aku tak punya pulsa untuk mengabarinya, akupun sengaja meminta tolong Rika
untuk memberitahukannya. Kupikir Fatma
akan menunggu, tapi ternyata dia tak sabar menungguku, dia hanya memberitahuku
via sms bahwa dia pulang duluan,
Malam harinya, dia
mengirimkan sms padaku
“selesai jam berapa tadi?” “jam 5 an” “owh, aku boleh
nanya gak?” “nanya apa?” “Riska itu siapa? Pacar kamu?” “bukan, dia Cuma temen”
“owh, koq dia bisa tau aku, memangnya kamu cerita apa sama dia?” “gak cerita
apa-apa kebetulan tadi bareng sama dia, cuma Bagas kan tadi agak sibuk jadi
minta tolong ke dia buat nemenin kamu” “owh, okeh”
Begitulah percakapan kami via sms, sejak hari itu entah
kenapa, Fatma selalu menyangka wanita yang bersamaku dan kerap kali bercanda
denganku adalah orang yang aku sukai,
dia juga pernah bertanya apakah aku memliki orang yang aku sukai, aku bilang
padanya memang siapa yang mau denganku, aku begitu takut jika aku jujur padanya
dia akan pergi meninggalkanku, jadi aku tak pernah menjawab
pertanyaan-pertanyaannya seputar cinta, meskipun begitu pada akhirnya dia
mengetahui siapa wanita yang aku sukai, dan dia malah menyemangatiku untuk
bepacaran dengan wanita itu, aneh bukan, sikapnya seolah dia menyukaiku tapi
dia malah menyemangatiku untuk berpacaran dengan wanita lain.
Suatu hari dia pernah memintaku untuk menjadi pacarnya
meskipun tawaran itu di ajukan lewat sms, tapi kupikir ini terlalu mendadak,
apakah dia benar serius atau hanya bercanda, karena sepengenalanku dia bukanlah
orang yang serius, aku pun tak membalas sms itu lantaran aku bingung harus
membalas apa, sampai akhirnya dia menelepon.
“lagi di mana?” tanyanya
“di rumah, kenapa?” jawabku
“koq smsnya gak di balas sih?” tanyanya lagi
“ sms yang mana?” godaku,
“yang itu tuh...” malunya
“yang mana?” godaku lagi sambil menahan tawa
“ihhh,,, ya udah lah” kesalnya. Suasana menjadi hening
sejenak “aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” tuturnya yang
membuat aku kaget dan tak tahu harus berkata apa “halllloooww...” tegurnya,
jujur aku senang mendengar pengungkapan perasaan itu, dia adalah wanita pertama
yang berani mengungkapkan perasaannya padaku, tapi aku masih memiliki luka hati
dan aku masih menyimpan rasaku untuk Riska. Oleh karena itu, aku hanya bisa
bertanya padanya “koq bisa suka?” “ya suka aja” “yakin mau pacaran?” “yakin”
“tapi kamu kan belum tau aku itu orangnya kayak apa” “emang kamu itu orangnya
kayak apa?” “emang pacaran itu ngapain aja sih?” “yah ngapain aja, gak tau deh”
“terus?” “hhhmm, ya udah deh gak jadi” tuturnya yang langsung menutup
teleponnya. Aku hanya bisa diam setelah percakapan kami, sampai akhirnya dia
mengirimku sms “Bagas jahat” .
Waktu berlalu, aku pun tak pernah mendapat sms lagi dari
Fatma dan kupikir begini lebih baik, daripada Fatma akan tersakiti olehku, ku
pikir Fatma tak akan mengirimiku sms lagi, tapi ternyata “Bagas jelek, lagi
apa?” itu sms pertamanya sejak hari itu, dia bertanya mengenai KKM itu
kegiatannya apa saja, jujur aku senang karena dia tak memusuhiku seperti
wanita-wanita lain yang pernah singgah di hidupku. Akupun menjelaskan seperti
apa itu KKM yang terkenal dengan cinta lokasinya, tapi dia menegaskan bahwa dia
tak akan selingkuh, dia akan setia padaku, aku tak begitu yakin tentang hal itu,
oleh karena itu, aku tak berkomentar apa-apa.
Beberapa hari berlalu, KKM Fatma pun dimulai, dia pamit
padaku via sms, ingin sekali aku mengantarnya atau setidaknya bertemu dengannya
sebelum dia berangkat ke lokasi KKM nya, tapi waktu tak pernah berpihak padaku,
aku hanya mengiriminya sms “hati-hati yah di sana”. KKM memang tak
memakan waktu yang lama, hanya sebulan, selama KKM nya, Fatma seringkali
mengirimiku sms, tapi aku tak pernah ada waktu membalasnya lantaran aku sibuk
dengan PKL ku di Sekolah, kami sibuk masing-masing dan itulah yang menyebabkan
kami saling menjauh, karena setelah 2 minggu Fatma menjalani KKM nya, aku
mendapat kabar bahwa dia sudah berpacaran, sakit rasanya mendengar hal itu, dia, ku pikir dia akan menempati
janjinya padaku, janji itu palsu, aku memang bodoh percaya padanya, aku pikir
dia berbeda, ternyata sama saja, tapi aku tak mau ambil pusing meskipun
sebenarnya hatiku terasa sakit, adanya kejadian ini membuatku mengingat kembali
tentang apa yang pernah dikatakannya bahwa kami tak akan bersama karena kami
sama-sama anak bungsu yang memiliki sikap egois dan gengsian.
Mati satu tumbuh
seribu, ternyata pepatah itu benar, ketika Fatma meninggalkanku, aku malah
bertemu dengan murid yang ceria, Maya namanya, selain anaknya ceria, dia termasuk anak yang asyik untuk diajak ngobrol
meskipun dia masih anak SMA tapi pikirannya sangat dewasa dan bijaksana, sayangnya,
dia berbeda keyakinan denganku, sifat dan pemikirannya yang terbuka membuat aku
menyukainya dan Fatma pun mengetahui kedekatanku dengan Maya, dia bertanya apa
Maya itu pacar baruku? Jika iya, dia mendukungnya, dia menilai bahwa anak itu
cantik dan juga ceria, yah benar, Fatma dan aku memiliki pemikiran yang sama,
orang yang aku sukai, fatma juga menyukainya, terkadang dia bersikap seolah-olah
dia adalah saudara kembarku, dia selalu tahu apa yang aku pikirkan. Karena hal
itulah, kenapa waktu dulu, aku menyukai Fatma dan juga pernah berharap
bersamanya. Tapi sekarang Fatma sudah memiliki laki-laki lain dan akupun tak
ingin merusaknya, meskipun terkadang dia masih suka mengirimiku sms, aku tak
pernah membalasnya karena rasa sakit itu masih terasa, dan aku takut jika aku
akan berharap lebih darinya, jujur saja,
Fatma adalah orang yang menghapus luka cintaku selalu memberiku semangat
atas ketidakpastian cinta, tapi pada akhirnya dia jugalah yang menorehkan luka
di hatiku, meskipun begitu aku tak ingin terlihat terpuruk di matanya, aku
mencoba terlihat baik-baik saja dengan membuktikan bahwa aku juga bisa bersama
yang lain, oleh karena itu aku memposting semua kedekatanku dengan Maya, dan
benar saja, Fatma masih menyukaiku dia gerah melihat hal itu, dan yang ku tahu
dia pada akhirnya putus dengan pacarnya setelah KKM nya berakhir, entah karena
alasan apa.
Setelah 3 bulan
lamanya, PKL ku pun berakhir, begitu juga kedekatanku dengan Maya, Maya tak mau
menerima rasaku, dan aku tak mau membuang waktuku untuk mengejar cintanya,
bagiku sudah cukup kesabaranku menghadapi sikapnya, yah aku salah, seharusnya
aku tak terbawa oleh permainan cinta seperti ini, pada akhirnya aku menyakiti
hati Maya dan menjauhinya, karena hal itu jugalah, Fatma malah menasehatiku dan
menyuruhku berbaikan dengannya, entahlah, sebenarnya apa yang kau mau Fatma?
mengapa kau lakukan ini padaku? aku tak pernah bisa mengerti dirimu, mengapa
kau begitu sulit? apakah kau tahu apa yang aku rasakan? Mengapa kau selalu
perdulikan kehidupan cintaku? apakah kau tak terluka jika aku bersama wanita
lain? Bukankah kau bilang kau menyukaiku, apakah itu hanya omong kosong bagimu?
seandainya dulu, kau mau bersabar, mungkin semuanya tak akan berakhir dan kita
masih bersama-sama, tak bisakah kau dulu menunggu, menunggu untuk memastikan
perasaanku padamu, kau terus berusaha membuatku suka padamu tapi setelah aku
menyukaimu dan memiliki harapan tentang cinta, kau malah menghancurkan harapan
itu dengan memilih bersama laki-laki lain, dan ketika aku mendekati Maya, kau
cemburu tapi kau malah mendukungnya.
Pada akhirnya, beginilah kita yang saling menjauh seiring
waktu berlalu dan kau tak pernah tau apa yang kurasakan padamu.
END
Langganan:
Postingan (Atom)