“Nah, ini dia” ucapku setelah menemukan sosok yang aku cari di
salah satu media sosial, “Owh... jadi, namanya Bagas Saputra” sambungku.
“Gimana?” ucap temanku yang mulai mengambil posisi duduk di
sampingku, “ketemu?” sambungnya.
“Gak tau nih, coba kita lihat poto2nya yah, benar gak yah? Orangnya
ini” ucapku. Kamipun menghabiskan waktu beberapa jam di warnet untuk mengkepoin
orang yang mebuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Ih, manis yah...” ucapku.
“Iya, manis, tapi, coba lihat relationshipnya, jangan-jangan udah
double lagi” ucap temanku. Ah benar! Baru kepikiran, akupun mulai mencari
kata-kata relationship.
“Oh My Good, SINGLE...” girangku.
Semenjak hari itu, aku dan Bagas memulai
pertemanan kami di medsos, dan aku berencana untuk mengajaknya bertemu, tapi
aku bingung bagaimana? Apa alasannya bertemu? Lama berpikir, terlintas untuk
meminjam buku padanya, secara kami dari jurusan yang sama namun berbeda
tingkat, yah dia kakak tingkatku.
“Ini bukunya, sorry gak bisa ngobrol lama, so’alnya sebentar lagi
masuk kelas” tuturnya dan pergi begitu saja. Kejadian itu buatku berpikir “HUH,
begini duank?” tapi tetap saja bertemu dengannya membuatku tersenyum-senyum
sendiri.
Meskipun pertemuan awal kami kurang begitu
meyakinkan, tapi seiring berjalannya waktu kami semakin dekat, sampai akhirnya.
“Fatma yah?” sapa seorang wanita cantik berlesung pipi.
“Iya, kak” jawabku.
“Mau ketemu sama Bagas yah?” tanyanya lagi.
“Iyya” jawabku heran darimana dia tahu kalau aku mau ketemuan sama
Bagas.
“Tadi Bagas titip pesan, katanya kalau mau ketemu tunggu sampai jam
5 sore, so’alnya mau ada workshop, gak apa-apa kan? Bentar duank koq” jelasnya
tersenyum.
“Ya udah yah, oh iya, nama saya Rika” ucapnya memperkenalkan diri
dan meninggalkanku pergi.
“Jam 5 sore? Hhmm, lamanya sekarang aja baru jam 4 sore” pikirku,
“pulang aja, apa yah?” bingungku dan akhirnya aku mengirimkan sms kepadanya “aku
pulang”
Dalam perjalanan pulang, aku melihat sosok
bagas bersama seorang wanita dengan mesranya “loh? Bukannya itu kak Rika yah?”
heranku dalam hati, namun sayang aku tak bisa melihat secara jelas karena
angkut yang aku naiki berjalan cepat,
Rasa penasaranku terbawa sampai rumah, demi menghilangkan
rasa penasaranku akupun bertanya padanya via sms “boleh nanya gak?” “nanya
apa?” “Kak Rika itu siapa?” “teman” “yakin teman?” “ya iyalah, emang kenapa?”
hhhmm akupun berpikir sejenak, iya yah memangnya kenapa? Dan akupun melanjutkan
sms “cemburu tau” “loh, koq bisa?” “tau ah” huaahh, kesal sekali rasanya, dia tak membalas
smsku lagi.
Sejak hari itu akupun mulai curiga, dan tanpa
sengaja aku melihat mereka berduaan, dan semakin lama ku amati, mereka memang
sering jalan berdua, ke sana berdua ke sini juga berdua, masa iya cuma teman?
Sampai akhirnya aku mencoba menelponnya ketika aku melihat mereka sedang
berduaan, dan teleponku di reject begitu saja, oh my good sakit banget rasanya.
Malam hari tiba, aku mengirimkan sms kepadanya “tadi
siang aku telepon koq gak diangkat?” “telepon? Masa sih?” “hhmm, kamu suka yah
sama Rika?”. Setengah jam kemudian “memang kalau suka kenapa?” “gak
apa-apa, cemburu aja” “oh” “terus, kamu udah nembak dia?” “waduw, masa nembak,
yang ada tuh anak mati lah, hehe” “ih seriiuusss..” “gak koq, dia cuma teman” teman lagi? Mana ada teman kayak orang
pacaran. “ya udah besok ketemuan yah” “mau ngapain?” “ketemuan aja, kangen,
hehe.” Diapun tak menjawab smsku lagi, huaahh sedihnya.
Hari pertemuan, menunggunya sungguh
membosankan, jika saja aku tak menyukainya mungkin aku tak kan mau menunggunya.
“Loh, Fatma? Lagi ngapain di sini?” tanya kak Rika, “Haduh! kenapa
ada kak Rika sih?” pikirku “Lagi nuguin Bagas yah?” tanyanya lagi.
“Iya” singkatku pelan.
Tak lama kemudian, Bagas datang, tapi koq sama teman-temannya yah?
“Gimana? Udah pada selesai workshopnya?” tanya kak Rika, “Udah”
jawab salah satu di antara mereka.
“Hai” sapaku pada Bagas,
“Cie-cie, siapa tuh Gas?” tanya temannya menggoda, “Pacarnya bagas
tuh” celetuk kak Rika. Teman-teman bagas hanya mengatakan “OOOwwhh” dengan
serentak dan mengangguk.
Pacar? sejak kapan aku menjadi pacarnya Bagas, memang
sih.. aku suka banget sama Bagas, tapi kami belum resmi jadian, lagian Bagas
juga gak pernah mau jawab, kalau ditanya tentang perasaan, and then kenapa juga
kak Rika mengira kalau aku pacarnya Bagas, bukannya dia yah yang pacarnya
Bagas? Apa mungkin Bagas cerita tentang diriku padanya? Bete deh.
Malam hari, entah kenapa aku ingin sekali
mengirim sms kepada kak Rika “kak Rika, Bagas suka tuh sama kak Rika”
“waduh? masa sih? Hahaha” “iya, kenapa kalian gak pacaran aja? Kalian kelihatan
serasi koq” “mmm, ya gak mungkinlah, lagian kak Rika udah punya tunangan kali,
nanti tunangan kak Rika mau dikemanain?” hah? Punya tunangan? Tapi koq
gitu? “Lagian Bagas itu sukanya sama kamu, cuma dia gengsi aja” Bagas
suka sama aku? Wuaahh tapi koq gitu? Hhhmm jadi penasaran, akhirnya aku
mengirimkan sms ke Bagas “kamu suka sama aku?” lama tak ada jawaban “kalau
suka kenapa? Kalau gak kenapa?” “iihh seriuusss...” tak ada balasan sama sekali.
Aku tak menyangka kalau itu adalah sms-an kami
untuk yang terakhir kalinya, karena tak lama setelah sms itu, aku menerima
cinta dari lelaki lain, karena kupikir dia menyukai kak Rika, sehingga aku harus
move on, namun perjalanan cintaku tak berjalan mulus, baru 1 bulan berjalan,
kami sudah putus, karena aku menyadari, siapa sebenarnya yang aku cintai, ingin
sekali rasanya aku kembali pada Bagas meski hanya sebagai teman, tapi sayang,
usut punya usut ternyata dia telah berpacaran dengan kak Rika. “Ah benar!
Katanya, tak ada yang namanya pertemanan antara lelaki dan perempuan” pikirku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar